Bitung, KomentarNews.ID- Sinergitas & Kolaborasi erat yang harmonis terus terbina dengan Pihak Polda Sulut serta Polres Bitung dan Pemerintah Kota Bitung dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terus ditunjukan melalui Program Ketahanan Pangan.
Hal ini terungkap dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis, (08/01/2026).
Hadir langsung dalam kegiatan dalam mendongkrak iklim pertanian ini,
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Utara, Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH serta pihak TNI yang diwakili Dandim 1310 dan pihak Pengadilan Negeri Bitung.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Bitung terhadap program ketahanan pangan yang dilaksanakan Polres Bitung.
“Pemerintah Kota Bitung sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Polres Bitung. Kami akan menyiapkan bibit unggul, yang biasanya dalam satu hektar bisa menghasilkan hingga delapan ton,” kata Hengky.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Bitung akan mencari terobosan baru dalam pengadaan bibit unggul guna meningkatkan produktivitas jagung ke depan.
“Kami akan terus mencari terobosan bibit unggul yang mampu meningkatkan produksi jagung, sehingga kesejahteraan petani juga ikut meningkat dalam membangunkan kembali sektor Pertanian guna mendukung penuh salah satu Program Asta Cita Bapak Presiden RI Prabowo Subianto.
Sementara itu Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili Kapolda Sulut dalam pelaksanaan panen raya yang dilaksanakan secara nasional.
“Saya mewakili Bapak Kapolda melaksanakan panen raya bersama Bapak Kapolri, Menteri Pertanian, dan Ketua Komisi IV. Kebetulan Biro SDM memilih wilayah Polres Bitung untuk pelaksanaan panen raya di Kecamatan Matuari, Kelurahan Manembo-nembo,” ujar Awi Setiyono.
Ia menjelaskan, luas lahan jagung yang ditanam oleh Polres Bitung bersama Kelompok Tani (Poktan) mencapai sekitar empat hektar, dengan estimasi produksi sekitar 12 ton jagung.
Namun demikian, Wakapolda juga mengungkapkan adanya penurunan angka produksi jagung di Sulawesi Utara berdasarkan data statistik.
Dari hasil koordinasi kami dengan bagian statistik khusus Sulawesi Utara, terjadi penurunan produksi sekitar 3,40 persen. Tahun 2024 produksi mencapai 112,7 ton, sedangkan tahun 2025 turun menjadi 108,93 ton, atau berkurang sekitar 3,8 ton,” jelasnya.
Menurutnya, penurunan produksi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait alih fungsi lahan yang terjadi di kalangan petani.(nan)
